Biaya Pernikahan Adat Minangkabau 2024, Tradisi dan Acara

Pernikahan adat Minangkabau merupakan acara penting yang penuh makna dengan tradisi kearifan lokal. Untuk melangsungkan acara tersebut ada aspek penting yang harus dipersiapkan yaitu biaya pernikahan adat Minangkabau.

Berkembangnya jaman, pernikahan adat Minangkabau semakin kreatif dalam menggabungkan tradisi tradisional dengan elemen modern. Adanya gabungan tradisi tersebut menyebabkan biaya pernikahan adat Minangkabau menjadi meningkat.

Tradisi pernikahan adat Minangkabau menjadi susunan acara paling penting dalam menjaga warisan budaya yang khas, seperti marasek, manimang dan lain sebagainya. Masing-masing tradisi memiliki makna atau simbolik yang mendalam, di antaranya kebersamaan, kesucian serta persatuan keluarga.

Jika ingin meminang pasangan berasal dari adat Minangkabau, kamu harus mempersiapkan biaya tidak sedikit. Untungnya, di artikel ini kami membagikan rincian biaya pernikahan adat Minangkabau dan serangkaian tradisi serta acara. Silahkan simak dan ikuti pembahasan di bawah ini.

Pernikahan Adat Minangkabau

Tradisi Pernikahan Adat Minangkabau
Source image: poetratfoto.wordprees.com

Pernikahan adat Minangkabau memiliki sejarah dari kehidupan masyarakat Minangkabau Sumatera Barat, Indonesia. Bahkan, pernikahan adat Minangkabau memiliki tradisi dengan kearifan lokal yang sangat melekat.

Pernikahan adat Minangkabau terbentuk sejak abad ke 7 hingga abad ke 14. Daerah tersebut mengalami pengaruh besar dari kebudayaan Hindu-Buddha dan kemudian Islam membentuk pondasi nilai-nilai adat serta agama yang masih terasa dalam pernikahan adat Minangkabau hingga sampai saat ini.

Salah satu ciri khas pernikahan adat Minangkabau yaitu sistem adat matrilineal yang dipegang teguh oleh masyarakat sekitar. Sistem tersebut menempatkan peran perempuan serta keluarga ibu sangat penting. Tradisi ini, anak-anak akan mewarisi nama keluarga ibu mereka dan harga hendak diwariskan melalui garis keturunan.

Menurut buku Fiony Sukmasari tentang perkawinan adat Minangkabau ada beberapa syarat yang harus di penuhi. Berikut di bawah ini adalah syarat pernikahan adat Minangkabau.

  • Kedua calon pengantin harus beragama Islam.
  • Kedua calon pengantin tidak boleh sedarah atau tidak berasal dari suku yang sama.
  • Calon pengantin dapat saling menghormati serta menghargai kedua orang tua.
  • Sebagai calon pengantin laki-laki harus mempunyai sumber penghasilan untuk menjamin kehidupan istri maupun anaknya.

Setelah syarat semua terpenuhi, pernikahan adat Minangkabau bisa dilakukan dengan mengikuti tradisi sebelum dan sesudah ijab kabul. Lantas apa saja rangkaian tradisi di acara pernikahan adat Minangkabau? Simak terus pembahasan di bawah ini.

Biaya Pernikahan Adat Minangkabau

Biaya Pernikahan Adat Minangkabau
Source image: YouTube/Agung Norhasni

Sebelum tahu tradisi atau susunan acara pernikahan adat Minangkabau, alangkah baiknya kamu mengetahui rincian biaya kebutuhan yang harus dipersiapkan. Karena pernikahan adat Minangkabau memiliki sejumlah tradisi yang unik sehingga membutuhkan biaya tidak sedikit.

Biaya pernikahan adat Minangkabau cukup bervariasi tergantung beberapa faktor, seperti lokasi, jumlah undangan serta pilihan tertentu yang diinginkan pasangan. Untuk mempersingkat waktu, berikut ini adalah tabel rincian biaya pernikahan adat Minangkabau yang dapat kamu gunakan sebagai referensi.

RincianBiaya
SiramanRp 3.000.000 – Rp 5.000.000
Susunan acaraRp 5.000.000 – Rp 8.000.000
Makanan atau CateringRp 15.000.000 – Rp 30.000.000
Baju pengantinRp 8.000.000 – Rp 15.000.000
MaharRp 10.000.000 (Tergantung kesepakatan)
DekorasiRp 5.000.000 – Rp 10.000.000
HiburanRp 7.000.000 – Rp 15.000.000
DokumentasiRp 10.000.000 – Rp 20.000.000
UndanganRp 2.000.000 – Rp 5.000.000
SouvenirRp 3.000.000 -Rp 8.000.000
TransportasiRp 3.000.000 – Rp 5.000.000
Biaya lain-lainRp 5.000.000 (Tergantung kebutuhan)
Total BiayaRp 61.000.000 – Rp 144.000.000

Dari biaya di atas adalah hanya perkiraan saja, selain itu dapat bervariasi tergantung kebutuhan serta kemampuan. Jika ingin hemat, silahkan gunakan biaya nikah 10 juta, 20 juta serta 30 juta dengan dekorasi sederhana.

Susunan Acara Pernikahan Adat Minangkabau

Susunan acara pernikahan adat minangkabau
Source image: fabday.id

Jika kamu sudah mempersiapkan biaya pernikahan adat Minangkabau dan sudah memikirkan segala kebutuhan yang harus dipersiapkan. Maka, selanjutnya harus ketahui persiapan pernikahan adat Minangkabau.

Susunan acara pernikahan adat Minangkabau akan melibatkan pihak keluarga besar terutama untuk pihak perempuan. Di mana susunan acara pernikahan adat Minangkabau memiliki makna tersendiri dan cukup mendalam untuk kelangsungan calon pengantin.

Perlu diketahui, bahwa susunan acara pernikahan adat Minangkabau terbagi menjadi dua, yaitu tradisi sebelum akad nikah maupun tradisi sesudah akad nikah. Jika ingin tahu tradisi pernikahan adat Minangkabau sebelum akad nikah, langsung saja simak pembahasan di bawah ini.

1. Marasek

Marasek adalah tahapan pertama yang harus dilakukan sebelum pernikahan adat Minangkabau berlangsung. Di mana, pihak keluarga perempuan akan mendatangi pihak keluarga laki-laki.

Nantinya, pihak keluarga perempuan akan mencari informasi seputar calon laki-laki apakah cocok dengan calon perempuan tersebut. Selain itu, pihak perempuan membawa bingkisan atau buah tangan kepada pihak laki-laki sebagai simbol sopan dan santun.

2. Manimang dan Batimbang Tando

Manimang adalah tahapan yang dilakukan oleh pihak perempuan untuk meminang calon laki-laki. Jika di terima, mereka melakukan acara selanjutnya yaitu batimbang tando atau bertukar simbol menggunakan benda pusaka seperti keris, kain adat maupun benda yang memiliki sejarah bagi keluarga.

Selanjutnya di sambung dengan cara berembuk mengenai penjemputan calon pengantin laki-laki. Pada acara ini akan melibatkan orang tua, ninik mamak, serta para sesepuh dari kedua pihak keluarga.

3. Mahanta Siriah

Acara selanjutnya yaitu Mahanta Siriah, di mana kedua calon pengantin meminta izin atau memohon doa restu kepada mamak, saudara ayah, kakak, sesepuh dan lain sebagainya. Kemudian, calon pengantin perempuan diwakili oleh kerabat dengan cara mengantar sirih.

Sedangkan calon pengantin laki-laki membawa selapah yang berisi daun nipah dan tembakau dengan tujuan memberi informasi serta memohon doa pernikahannya. Ritual ini bertujuan untuk memohon doa restu.

4. Babako-babaki

Bako berarti pihak keluarga dari ayah calon pengantin perempuan untuk menunjukan kasih sayangnya dengan ikut memikul biaya sesuai kemampuannya. Acara ini dimulai dengan calon pengantin perempuan dijemput serta di bawa ke rumah keluarga ayahnya, nantinya akan diberikan nasihat.

Selanjutnya, calon pengantin perempuan akan kembali ke rumahnya diiringi oleh keluarga pihak ayah dengan membawa berbagai macam barang. Seperti nasi kuning, singgang ayam, busana, perhiasan emas, lauk pauk, kue atau lain sebagainya.

5. Malam Bainai

Bainai menjadi acara ritual untuk melekatkan hasil tumbukan daun pacar merah atau sering disebut dain inai di kuku calon pengantin. Tradisi ini memiliki makna yaitu ungkapan kasih sayang dan doa restu para sesepuh keluarga pengantin perempuan.

Selain itu, terdapat air yang berisi tujuh bunga, daun inai tumbuk, payu kuning, kain jajakan kuning, kain simpai serta kursi bagi calon pengantin. Acara malam bainai di iringi syair tradisi Minang serta bunyi seruling.

6. Manjapuik Marapulai

Acara manjapuik marapulai adalah tahapan dari calon pengantin laki-laki dijemput dan di bawa ke rumah calon pengantin perempuan untuk melangsungkan acara akad nikah. Selain itu, acara ini akan dilakukan pemberian gelar pusaka kepada calon pengantin laki-laki sebagai simbol kedewasaan.

7. Penyambutan di Rumah Anak Daro

Penyambutan di rumah anak daro adalah acara untuk menyambut kedatangan calon pengantin laki-laki di rumah calon pengantin perempuan. Dalam acara penyambutan tersebut akan sangat meriah serta besar dengan diiringi musik tradisional berasal dari Talempong.

8. Akad Nikah

Seharinya, acara akad nikah akan dilangsungkan sesuai syariat agama Islam yang diawali dengan membaca ayat suci, ijab kabul, nasihat perkawinan serta doa. Pada umumnya, akad nikah di pernikahan adat Minangkabau dilakukan pada hari Jum’at siang.

9. Bersandiang di Pelaminan

Setelah akad nikah selesai, maka kedua pengantin akan bersanding di rumah anak daro dan marapulai. Kemudian, kedua pengantin akan menanti tamu alek salinga alam di sertai musik dari halaman rumah.

11. Acara Setelah Akad Nikah

Tidak berhenti begitu saja acara pernikahan adat Minangkabau, setelah akad kedua pengantin akan menjalankan beberapa tradisi. Berikut ini adalah tradisi pernikahan adat Minangkabau setelah akad nikah.

  • Memulangkan Tando

Setelah akad nikah, saatnya mengembalikan tanda yang diberikan sebagai ikatan janji pada saat lamaran. Karena kedua pasangan tersebut telah resmi menjadi suami istri yang sah menurut agama maupun pemerintah.

  • Malewakan Gala Marapulai

Susunan acara pernikahan adat Minangkabau berikutnya adalah mengumumkan gelar pengantin laki-laki. Sebagai tanda kehormatan serta kedewasaan bagi pengantin laki-laki.

  • Balantuang Kaniang

Acara setelah akad nikah yaitu kedua pengantin dihadapkan satu sama lain dalam posisi duduk dengan berhadapan dan mereka hanya terpisahkan oleh kipas. Kemudian, kipas diturunkan perlahan sehingga kening mereka saling menempel. Susunan acara ini di pimpin oleh sesepuh perempuan.

  • Mangaruak Nasi Kuniang

Mangaruak nasi kuniang merupakan acara paling unik di pernikahan adat Minangkabau. Karena kedua pengantin berebut mendapatkan daging ayam yang tersembunyi di dalam nasi kuning. Adanya acara tersebut bertujuan sebagai simbol bahwa suami istri yang bekerja sama dan saling melengkapi.

  • Bamain Coki

Coki adalah salah satu mainan tradisional Minangkabau yang mirip seperti catur dimainkan pada papan mirip halma. Adanya permainan ini di acara pernikahan Minangkabau bertujuan supaya menurunkan ego atau emosional masing-masing pengantin.

  • Tari Payung

Kemudian, susunan acara pernikahan Minangkabau setelah akad nikah yaitu menampilkan tarian payung. Para penari akan menggunakan payung sebagai simbol peran suami sang pelindung istri.

11. Manikam Jajak

Susunan acara pernikahan adat Minangkabau terakhir yaitu Manikam Jajak. Di mana acara ini dilakukan satu minggu setelah hari pernikahan. Kedua pengantin akan berkunjung ke rumah orang tua dan ninik mamak pengantin laki-laki dengan membawa makanan.

Kesimpulan

Demikian informasi terkait biaya pernikahan adat Minangkabau yang meliputi tradisi dan susunan acara sebelum maupun setelah akad nikah. Semoga pembahasan di atas dapat bermanfaat untuk kamu yang ingin melangsungkan pernikahan dengan adat Minangkabau.

Tinggalkan komentar