Biaya Pemberkatan Nikah di Gereja Katolik dan Protestan

Biaya Pemberkatan Nikah di Gereja – Bila pernikahan di KUA sepenuhnya gratis, lalu berapa biaya pemberkatan nikah di Gereja? Nah, bagi kalian umat Kristiani baik Protestan maupun Katolik, pada saat melangsungkan pernikahan tentunya harus diberkati oleh pendeta atau pastor. Jadi, biaya yang dibutuhkan hanyalah biaya bertemu pendeta/pastor serta biaya administrasi.

Bagi umat Kristiani, proses pendaftaran administrasinya pun tidak dilakukan di KUA, melainkan di KCS (Kantor Catatan Sipil). Hal tersebut telah diatur dalam Peraturan Menteri Agama Nomor 20 tahun 2019. Biaya administrasinya pun terbilang murah dan sangat terjangkau. Apabila ingin tahu pembahasan lebih lanjut, silahkan simak penjelasan di bawah ini.

Pengertian Pemberkatan Nikah

Pengertian Pemberkatan Nikah

Pemberkatan nikah merupakan prosesi upacara kudus (suci) dalam Kekristenan. Proses pemberkatan meliputi sebuah ikrar atau janji pernikahan antara pria dan wanita di hadapan Allah, serta seluruh saksi-saksi yang hadir.

Seringkali, pemberkatan di sebut juga sebagai “Peneguhan”. Hal ini karena ada sebagian berkeyakinan bahwa sesama imam atau jemaat tidak boleh melakukan berkat memberkat.

Dengan ikatan yang dilakukan dalam proses pemberkatan nikah, maka seorang terjadi perubahan status antara pria dan wanita menjadi suami dan istri. Dengan hubungan dalam pernikahan tersebut, juga melambangkan hubungan antara Kristus dengan para jemaat.

Pelaksanaan pemberkatan hanya dilakukan jika kedua calon suami istri sudah siap untuk terjalin hubungan baik secara jasmani, rohani, maupun mental. Tentunya, tidak ada paksaan dari satu pihak entah itu dari pihak laki-laki maupun dari pihak perempuan.

Dalam agama Kristen Katolik, pemberkatan hanya boleh dilakukan oleh seorang imam di gereja tersebut yang disebut sebagai “Pastor”. Sementara bagi agama Kristen Protestan, pemberkatan hanya boleh dilayani oleh pemimpin para jemaat yang telah memiliki gelar “Pendeta”.

Jadi, bila seorang muslim pernikahan dipimpin oleh seorang penghulu atau oleh wali dari mempelai wanita, namun bagi umat Kristiani pernikahan akan dinyatakan sah apabila telah dilakukan pemberkatan oleh Pendeta ataupun Pastor.

Untuk dapat melakukan pemberkatan nikah, maka baik pihak laki-laki maupun perempuan keduanya harus terdaftar sebagai warga jemaat di gereja tersebut. Bagi umat Katolik tentunya harus mendaftarkan dirinya terlebih dahulu di Gereja Katolik. Sedangkan bagi umat Kristen Protestan, tentu juga harus terdaftar sebagai jemaat Gereja Protestan.

Apabila kalian bukan merupakan warga jemaat tersebut, maka tetap diperbolehkan untuk mengikuti proses pemberkatan. Namun, harus melampirkan surat pengantar dari gereja tempat kalian beribadah.

Ketentuan Pelaksanaan Pemberkatan Nikah

Ketentuan Pelaksanaan Pemberkatan Nikah

Pemberkatan menikah merupakan salah satu ibadah yang dilakukan di tengah-tengah para Jemaat sebagai sarana untuk memohon berkat dari Allah bagi kedua jemaat akan menikah sekaligus bagi seluruh jemaat hadir. Karena termasuk proses ibadah, maka terpadat ketentuan harus dipenuhi agar dapat dinyatakan sah. Di antaranya yaitu:

  • Warga jemaat terdaftar: untuk melakukan proses pemberkatan nikah, maka kedua pasangan tersebut harus beragama Kristen serta telah terdaftar di gereja terdaftar.
  • Jemaat gereja lainnya: jika melakukan pemberkatan di gereja bukan domisilinya, maka dibutuhkan permohonan dan surat permohonan pelayanan dari majelis jemaat asal.
  • Kelahiran baru: para pasangan akan menikah harus sudah mengalami kelahiran baru melalui serangkaian wawancara oleh pemimpin jemaat.
  • Sudah dibaptis: mereka akan menikah harus sudah dibaptis merupakan simbol komitmen untuk melakukan kehendak Tuhan.
  • Menjaga kekudusan: kesucian dari kedua belah pihak harus terjaga, jika tidak pelaksanaan hanya akan dimulai bila mereka telah bertobat melalui pemulihan rohani.
  • Bimbingan pra nikah: bagi jemaat hendak melaksanakan pernikahan, maka diwajibkan mengikuti bimbingan pra nikah sesuai ketentuan dari pemerintah.
  • Percakapan pastoral: setelah mengikuti bimbingan pra nikah, juga akan didahului dengan percakapan pastoral diumumkan dua kali berturut-turut dalam ibadah mingguan.
  • Perizinan sesuai UU: pihak pastor atau pendeta tidak akan mau melakukan pemberkatan apabila calon pengantin belum memiliki surat keterangan resmi sesuai UU pernikahan.

Syarat Pemberkatan Nikah di Geraja Katolik atau Protestan

Syarat Pemberkatan Nikah di Geraja Katolik atau Protestan

Sejatinya, tidak ada perbedaan khusus antara pemberkatan yang dilakukan di geraja Katolik dan gereja Protestan. Keduanya memiliki kesamaan dari berbagai faktor. Hanya saja, beberapa prosesi susunan acaranya saja berbeda. Dari segi syaratnya pun sama seperti yang kami ulas di bawah ini:

1. Mengajukan Permohonan ke Pendeta/Pastor

Setiap gereja punya ketentuan berbeda dalam hal ini. Ada mengharuskan minimum pengajuan permohonannya sekurang-kurangnya dalam waktu 6 bulan sebelum acara pernikahan dimulai, namun ada juga hanya 3 bulan. Jadi, lebih baik kalian harus mengajukannya setidaknya 6 bulan sebelum pernikahan dimulai.

  • Pemohon harus warga jemaat terdaftar sesuai lokasi gereja masing-masing
  • Jika bukan jemaat terdaftar, harus menyerahkan surat permohonan pelayanan
  • Mengirimkan segala berkas/dokumen ke Kantor Majelis Jemaat
  • Proses pelaporan bisa melalui koordinator jemaat sebelum langsung ke pendeta

2. Mengikuti Bimbingan Pra Nikah

Kedua pasangan pun harus mengajukan surat berisi pernyataan tertulis kepada gereja yang bersangkutan berisi informasi bahwa kalian bersedia mengikuti proses bimbingan pra nikah atau bimbingan konseling. Formulir pendaftaran bimbingan pra nikah bisa diambil di gereja, dan harus dikembalikan setidaknya 3 – 6 bulan sebelum pernikahan.

Istilah bimbingan ini juga sering disebut sebagai penggembalaan atau katekesasi. Pihak pembimbing sendiri akan ditunjuk sendiri oleh pihak gereja. Setidaknya, ada 10 materi diberikan dan kalian harus memahami semua materi tersebut untuk bisa lanjut ke proses selanjutnya.

3. Melakukan Wawancara Pernikahan

Wawancara pernikahan atau biasa disebut juga sebagai penyelidikan pernikahan atau “Kanonik” merupakan proses melakukan wawancara dengan pastor. Proses ini biasa dilakukan setelah mengikuti bimbingan pra nikah. Wawancara umumnya dilakukan sekurang-kurangnya 2 bulan sebelum pelaksanaan pernikahan berlangsung.

Pastor atau pendeta akan menanyai secara detail terkait diri kalian. Diantarnya yaitu terkait bagaimana hubungan kalian dengan calon suami/istri, berapa lama pacaran, apakah sudah pernah berhubungan seksual sebelum menikah, bagaimana proses awal bertemunya, dan masih banyak lagi.

4. Mengirimkan Dokumen ke Gereja

Banyak dokumen administrasi dibutuhkan untuk keperluan pembiayaan pemberkatan nikah. Dokumen ini akan dibutuhkan oleh pihak gereja sekaligus pihak pemerintah sebagai bagian dari pendaftaran pernikahan. Berikut ini daftar dokumen yang akan kalian butuhkan nantinya:

  • Formulir pendaftaran pernikahan
  • KTP dan salinannya
  • Fotokopi surat Baptis
  • Fotokopi surat Sidi
  • Akta kelahiran asli & salinannya
  • Pas foto mempelai berdampingan 4×6 (3 lembar)
  • Surat N1, N2, N3, & N4 asli & salinannya
  • Fotokopi KTP bagi WNI
  • Fotokopi passport & ijin khusus bagi WNA
  • Surat pengantar (jika dari luar wilayah paroki)
  • Surat keterangan bukti lapor dari Kantor Capil
  • Surat pengantar dari RT, RW, atau kelurahan
  • Akte kematian (bagi janda atau duda)
  • Surat izin pernikahan dari orang tua

5. Mengirimkan Dokumen ke Kantor Catatan Sipil

Jika telah mengirimkan dokumen ke gereja, maka kalian masih harus mengirimkan ke Kantor Catatan Sipil di wilayah masing-masing. Jadi, pihak mempelai pria maupun wanita, mengirimkan dokumen ke kantor cabang sesuai daerahnya masing-masing. Berikut ini beberapa dokumen dibutuhkan:

  • Fotokopi KTP terlegalisir kelurahan
  • Fotokopi akta kelahiran terlegalisir kelurahan
  • Salinan surat Baptis terbaru
  • Fotokopi KK terlegalisir kelurahan
  • Salinan surat nikah gereja
  • Formulir surat keterangan nikah (dari kelurahan)
  • Fotokopi KTP saksi perkawinan
  • Pas foto mempelai berdampingan 4×6 (5 lembar)

Penyerahan dokumen dilakukan selambat-lambatnya yakni satu bulan sebelum pelaksanaan proses pernikahan. Jika kurang dari satu bulan, maka harus menyertakan surat dispensasi yang bisa diminta dari kantor kecamatan.

Susunan Acara Pemberkatan Nikah di Gereja Katolik

Susunan Acara Pemberkatan Nikah di Gereja Katolik

Dalam Katolik, pernikahan berarti perjanjian antara pria dan wanita untuk melangsungkan kebersamaan hidup. Sesuai tata cara gereja Katolik, maka ada beberapa perbedaan meliputi:

1. Ritus Pembukaan

Proses penyambutan mempelai sambil memercikkan air suci sekaligus memanjatkan doa. Kehadiran wakil keluarga masing-masing juga diprioritaskan saat acara ini.

2. Perarakan

Kegiatan berjalan menuju altar yang dilakukan oleh kedua mempelai, putra putri altar, imam, saksi, dan kerabat. Umumnya, perarakan sambil diiringi dengan lagu antifon pembuka.

3. Tanda Salib

Imam bersama seluruh jemaat hadir akan membuat tanda salib. Setelah itu, Imam akan memberi salam merupakan bagian dari Tata Perayaan Ekaristi.

4. Kata Pembuka

Sang pastor akan membuka acara dengan kata-kata pembuka sekaligus bertanya kepada kedua mempelai sekaligus semua hadir agar lebih khidmat pada perayaan pernikahan tersbut.

5. Percikan

Putra putri altar akan membawa air suci, lalu sang imam akan memercikkannya kepada seluruh umat hadir. Hal ini juga biasa diiringi dengan nyanyian puji-pujian.

6. Doa & Liturgi Sabda

Imam akan membacakan doa pembuka diikuti dengan 3 bacaan. Yang pertama yaitu bacaan dari Kitab Suci Perjanjian Lama, kedua dan ketiga bacaan yang berkaitan dengan pernikahan.

7. Homili

Homili disampaikan dari sumber teks liturgi, dan Kitab Suci kerap dipakai dalam misa. Semua hal berkaitan dengan pernikahan akan disampaikan dalam acara ini.

8. Kesepakatan Perkawinan

Kedua mempelai melakukan kesepakatan perkawinan dengan dimulai dari mohon restu kedua orang tua, pengucapan kesepakatan perkawinan, penerimaan kesepakatan perkawinan, hingga perayaan perkawinan.

9. Pemberkatan & Pemberian Cincin

Proses pemberkatan biasa dilakukan kedua mempelai sambil melakukan pemberian cincin sekaligus memercikkan air suci. Setelah itu diikuti pembukaan kerudung dan imam akan memberikan doa bagi pasangan agar dipenuhi cinta.

10. Penyerahan Salib & Rosario

Sang imam akan memberkati kitab suci, rosario, dan juga salib. Setelah itu diberikan kepada orang tua mempelai. Setelah itu, orang tuanya akan menyerahkannya ke anak-anak mereka.

11. Syahadat & Doa Umat

Terakhir, jika pemberkatan dilakukan di hari Minggu, maka dilanjutkan dengan proses syahadat sebagai pengakuan iman. Setelah itu, diikuti dengan doa umat dipimpin oleh imam.

Susunan Acara Pemberkatan Nikah di Geraja Protestan

Susunan Acara Pemberkatan Nikah di Geraja Protestan

Acara pemberkatan yang dilakukan di gereja Protestan jauh lebih simpel. Kebanyakan gereja pun telah memiliki susunan acara baku sesuai tata cara keagamaan. Berikut rinciannya:

1. Prosesi Masuk

Prosesi masuk merupakan proses berjalannya rombongan mempelai menuju altar. Terdiri atas ayahanda + mempelai pria, ayahanda + mempelai wanita, kedua ibunda, bidesmaid & groomsmen, dan saudara kandung.

2. Penyalaan Lilin

Setelah memasuki altar, maka akan dilakukan penyalaan lilin sebanyak 3 buah. 1 lilin besar dan 2 lainnya lilin kecil. dua buah lilin tersebut dinyalakan oleh kedua ibu mempelai akan bertahan selama acara pernikahan.

  • Doa & Lagu Pujian

Bila semua tamu telah datang dan masing-masing telah berada di posisi yang tepat, maka akan dipimpin sebuah doa pembuka oleh imam kemudian dilanjutkan nyanyian pujian.

4. Pesan Firman Tuhan

Pendeta akan menyampaikan pesan firman Tuhan kepada seluruh umat yang hadir. Firman Tuhan dipilih tentu saja yang berhubungan dengan pernikahan antar dua insan.

5. Pemberkatan Nikah

Prosesnya cukup panjang. Di antaranya yaitu pengucapan janji nikah, tukar cincin, pemberkatan nikah, doa, pembukaan veil, tanta tangan janji nikah, persembahan sulung, dan penyalaan lilin antara kedua pasangan.

6. Ucapan Terimakasih pada Orang Tua

Setelah pemberkatan nikah selesai, masih ada lagi berupa ucapan terimakasih pada orang tua dimulai dari mempelai pria lalu diikuti mempelai wanita.

7. Pernyataan Resmi Kedua Pasangan

Selanjutnya, pihak pendeta akan mengumumkan bahkan keduanya telah resmi menjadi pasangan suami istri. Setelah itu, akan diberikan pula dokumen pernikahan dan sebagainya.

8. Doa Berkat & Doa Penutup

Untuk mengakhiri acara pemberkatan nikah, maka akan ditutup dengan doa penutup dan doa berkat dari para gembala. Setelah ini, biasanya akan dilanjutkan dengan sesi foto bersama dan catatan sipil.

Biaya Pemberkatan Nikah di Gereja Katolik

harga nikah katolik

Banyak yang bertanya-tanya apakah menikah di gereja perlu membayar biaya? Tentu saja. Seperti menjadi prinsip umat Katolik dan hukum gereja, bahwa seluruh umat seharusnya dapat memberikan bantuannya kepada gereja. Jadi sangat berbeda dengan biaya nikah di KUA karena berbeda prinsip.

Jadi, bukan karena sang Paroki mencari uang, namun karena pengeluaran yang dibutuhkan selama proses pemberkatan tersebut. Di antaranya mulai dari biaya dekorasi, konsumsi, listrik, materi, lilin, dan waktu dihabiskan oleh sang Pastor, putra putri altar dan lainnya.

JenisBiaya
Tarif Gereja (termasuk listrik, kebersihan, dll)Rp 1.000.000 – Rp 3.000.000
Pastor / Imam GerejaRp 600.000
Dekorasi AltarRp 1.000.000
Persembahan untuk Maria (termasuk bunga dan buah-buahan)Rp 500.000
FotograferMulai dari Rp 500.000
Catatan SipilGratis (di hari kerja Senin – Jumat) Rp 600.000 (di luar hari kerja)
Biaya Lain-LainRp 1.000.000

Biaya Pemberkatan Nikah di Gereja Protestan

harga nikah kristen

Nah, biaya pemberkatan nikah di gereja Kristen Protestan pun tidak jauh berbeda dengan di gereja Kristen Katolik. Hanya saja, biaya tarif gerejanya lebih terjangkau karena tahapan-tahapan pemberkatannya tidak terlalu banyak.

Lalu bagaimana jika kalian beragama Kristen Protestan lalu menikah dengan yang beragama Kristen Katolik? Untuk masalah ini, kalian perlu membicarakan dengan pendeta masing-masing gereja serta bertanya pada bagian pencatatan sipil.

Hal ini karena di sebagian daerah pernikahan beda agama Kristen Protestan dan Katolik diperbolehkan. Namun, di daerah lain ada melarangnya sehingga kalian perlu memperhatikannya terlebih dahulu.

JenisBiaya
Tarif Gereja (termasuk listrik, kebersihan, dll)Rp 1.000.000 – Rp 2.000.000
PendetaRp 600.000
Dekorasi AltarRp 1.000.000
FotograferRp 500.000 – Rp 1.000.000
Biaya Lain-LainRp 1.000.000
Catatan SipilGratis (di hari kerja) Rp 600.000 (di luar hari kerja)

Biaya Pemberkatan Nikah di Gereja Kristen

harga nikah

Di Indonesia, penyebutan Kristen lebih mengarah ke Kristen Protestan. Dan Kristen Katolik hanya disebut sebagai Katolik saja.

Jadi biaya pemberkatan nikah di Gereja Kristen tentu sama saja dengan biaya pernikahan di Gereja Kristen Protestan. Berikut ini rincian biayanya yang perlu kalian tahu:

JenisBiaya
Tarif Gereja (termasuk listrik, kebersihan, dll)Rp 1.000.000 – Rp 2.000.000
Dekorasi AltarRp 1.000.000
PendetaRp 600.000
Catatan SipilGratis (di hari kerja) Rp 600.000 (di luar hari kerja)
FotograferRp 500.000 – Rp 1.000.000
Biaya Lain-LainRp 1.000.000

Kesimpulan

Itulah rincian informasi yang dapat kami berikan seputar biaya pemberkatan nikah di gereja terbaru. Tentunya, biaya yang biayanikah.com sebutkan di atas hanya biaya pemberkatan tanpa biaya resepsi, konsumsi, cincin, dan sebagainya, hanya biaya inti saja. Semoga bermanfaat!