Biaya Pernikahan Adat Palembang 2024 dan Susunan Acara

Biaya Pernikahan Adat Palembang – Kamu ingin mengetahui biaya pernikahan adat Palembang? Atau Kamu yang akan melangsungkan pernikahan dengan adat Palembang.

Sebelum melangsungkan pernikahan dengan adat Palembang. Sebaiknya, ketahui dahulu perkiraan rincian untuk menikah dengan adat Palembang tersebut.

Biasanya untuk biaya pernikahan dengan adat ini, semua biaya akan menggunakan uang dari calon laki-laki. Sehingga, calon laki-laki harus mempersiapkannya mulai dari sekarang.

Di sini akan diberikan perkiraan atau contoh biaya untuk menikah dengan adat Palembang. Berikut rincian lengkapnya.

Biaya Pernikahan Adat Palembang

budget nikah adat palembang

Sudah bukan rahasia lagi bila biaya untuk pernikahan adat Palembang sangat besar. Berikut akan diberikan rincian perkiraan biayanya:

No.KeteranganBiaya
1.Gedung40.000.000
2.Make Up20.000.000
3.Baju, aksesoris, dan baju orang tua20.000.000
4.Makanan (catering)100.00.000 (700 tamu)
5.Dekorasi25.000.000
Jumlah Biaya205.000.000

Biaya tersebut hanya perkiraan saja dan tentunya setiap orang mempunyai budget tersendiri. Namun, tentunya biayanya sekitar 205.000.000 atau sekitarnya.

Apabila budget pernikahan kamu tidak mencapai dengan nominal tersebut, maka bisa dikurangi dari kebutuhan dari tabel di atas. Contohnya mengurangi jumlah catering, ukuran dekorasi, souvenir dan lain sebagainya.

Jadi, bisa mempersiapkan uangnya mulai dari sekarang. Apalagi, biasanya orang Palembang mewajibkan adanya uang panai untuk pihak perempuan.  

Susunan Acara Pernikahan Adat Palembang

Susunan Acara Pernikahan Adat Palembang

Setelah mengetahui perkiraan biaya yang harus dikeluarkan. Ketahui juga bagaimana prosesi melakukan pernikahan dengan adat tersebut, berikut ulasannya:

1. Madik

Untuk proses pertama sebelum melakukan pernikahan. Harus menggunakan proses yang bernama madik terlebih dahulu.

Dalam proses ini, keluarga laki-laki melakukan pendekatan ke keluarga perempuan. Tujuannya adalah untuk mengetahui identitas dari si perempuan tersebut.

Biasanya yang melakukan pendekatan adalah orang kepercayaan dari laki-laki. Jadi, dalam proses ini calon pengantin laki-laki tidak perlu ikut.

2. Menyengguk

Pada proses yang selanjutnya yaitu bernama menyengguk. Proses ini dapat dilakukan bila proses madik sudah berhasil dilakukan.

Di dalam proses ini calon pengantin perempuan akan mempunyai pagar. Tujuannya adalah agar tidak ada yang mengganggu.

Umumnya, calon pengantin laki-laki akan membawa tenong dengan isi berbagai makanan. Kemudian, tenong tersebut harus dikirim ke rumah pengantin perempuan.

3. Berasan

Ada juga sebuah proses yang bernama berasan. Pada proses ini sudah mulai melakukan musyawarah pernikahan.

Mulai dari diskusi tentang acara yang akan dilakukan. Hingga, akan menggunakan adat yang bagaimana.

Sehingga, nantinya keputusan tentang pernikahan disetujui oleh dua keluarga. Termasuk, untuk biaya pernikahan akan ditanggung oleh pihak mana.

4. Mutuske Kato

Setelah melakukan proses berasan tersebut. Untuk proses yang selanjutnya adalah melakukan proses mutuske kato.

Pada proses ini biasanya akan dibicarakan hari baik untuk melakukan pernikahan. Baik itu hari akad, hari pernikahan adat, serta hari untuk prosesi lainnya.

Nantinya dalam proses ini calon laki-laki akan membawa tenong jumlahnya 7 dengan isi sembako. Lalu akan dikembalikan dengan isi sebuah jajanan.

5. Mengantarkan Belanja

Pada proses berikutnya adalah mengantarkan belanja. Umumnya,  proses harus dilakukan sebelum proses pernikahan dimulai.

Hantaran belanja ini merupakan tugas dari calon laki-laki ke perempuan. Biasanya uang yang dibawa dimasukkan ke dalam sebuah wadah.

Kemudian, ada hantaran lainnya pula seperti buah, kue, dan yang lainnya. Proses ini sama halnya dengan orang yang akan melakukan lamaran.

6. Betangas

Biasanya proses ini dilaksanakan menjelang akad nikah. Dapat 1 atau 3 hari sebelum akad pernikahan dilakukan.

Pada proses ini calon mempelai akan melakukan rangkaian. Untuk rangkaiannya yaitu mandi uap hingga menggunakan inai.

Semua bagian kaki serta tangan wajib menggunakan inai tersebut. Baik itu, untuk si mempelai perempuan maupun mempelai laki-laki.

7. Akad Nikah

Proses yang selanjutnya yaitu proses yang paling utama. Di dalam proses akad nikah biasanya dilakukan sebelum proses yang bernama munggah.

Apabila dilaksanakan sebelum proses munggah tersebut. Maka pihak perempuan harus mengirimkan keris ke pihak laki-laki.

Setelah itu baru melaksanakan akad nikah seperti biasanya. Setelah itu baru bisa ke prosesi yang selanjutnya.

8. Ngocek Bawang

Setelah melakukan proses akad dengan lancar. Biasanya ada proses yang bernama ngocek bawang.

Proses tersebut dilakukan sebelum acara munggah dilakukan. Biasanya 2 hari sebelum acara munggah dimulai.

Pada proses ini akan dimulai proses menyiapkan makanan. Selain itu, akan mempersiapkan tempat yang akan digunakan untuk memasak juga.

9. Munggah

Jika sudah selesai dalam melakukan proses ngocek bawang. Maka, biasanya dilanjutkan dengan proses munggah.

Proses ini adalah proses inti dari semua acara yang sudah dilakukan. Biasanya calon mempelai laki-laki akan membawa tenong, isinya ada songket dan barang lainnya.  

Kemudian, kain songket tersebut akan disampirkan ke pundak mempelai perempuan. Setelah itu, akan dilanjutkan dengan proses sakral yang lainnya.

10. Nyemputi

Apabila sudah melakukan proses munggah, maka akan dilanjutkan dengan proses lainnya. Untuk proses ini dilakukan setelah proses munggah dilakukan.

Untuk proses nyemputi ini, pihak laki-laki akan menjemput pihak perempuan. Tujuannya adalah agar pengantin wanita bisa melihat keadaan pihak laki-laki.

Biasanya di tempat laki-laki sudah terdapat acara tersendiri. Sehingga, dari rumah pihak perempuan pun harus membawa banyak orang.

11. Nganter Penganten

Setelah selesai melakukan proses munggah dan nyemputi. Dilanjutkan dengan proses nganter penganten.

Hal ini dilakukan oleh pihak laki-laki ke perempuan. Biasanya pengantin harus melakukan proses mandi simburan.

Tujuan dari mandi ini adalah untuk melakukan perkenalan. Selain itu, sebagai tanda juga bahwa tugas dari tunggu jeru sudah selesai.

12. Tarian Pengantin

Pada proses ini dapat digunakan saat resepsi. Umumnya, mempelai perempuan akan melakukan gerakan tarian ini.

Namun, tidak hanya akan melakukan tarian secara sendirian saja. Tetapi, akan ditemani juga dengan 3 penari profesional.

Arti dari proses ini adalah setelah menikah perempuan mempunyai sebuah batasan. Hal tersebut digambarkan menggunakan formasi lingkaran di tariannya.

Arti Baju Adat Pengantin Khas Palembang

Arti Baju Adat Pengantin Khas Palembang

Saat melangsungkan pernikahan, kedua mempelai akan memakai baju adat pengantin Palembang beserta dengan aksesoris. Berikut arti setiap aksesoris yang dipakai:

1. Aksesoris Mahkota

Aksesoris yang pertama yaitu mahkota yang akan digunakan kedua mempelai. Mahkota ini umumnya dipakai di kepala serta mempunyai arti tersendiri.

Bagi laki-laki, mahkota mempunyai makna. Sedangkan, bagi perempuan mempunyai arti wanita yang keibuan.

2. Aksesoris Cempaka

Ada juga aksesoris dengan nama cempaka. Biasanya aksesoris tersebut dipakai mempelai perempuan pada bagian sanggul.

Tentunya cempaka ini juga mempunyai sebuah arti yang dalam. Untuk artinya sendiri yaitu wanita wajib mengatur sikap.

3. Aksesoris Sanggul Malang

Pada aksesoris yang berikutnya adalah sanggul malang. Sesuai dengan namanya, aksesoris ini dipasang di bagian kepala.

Sama seperti dengan aksesoris lainnya, sanggul malang juga ada artinya. Sanggul malang ini menggambarkan seorang wanita yang anggun.

4. Aksesoris Tebeng Malu

Terdapat juga aksesoris lainnya yang dipasang di bagian samping kepala. Biasanya aksesoris ini menggunakan bunga melati.

Bunga tersebut dipasang di bagian samping kepala. Makna dari aksesoris ini adalah untuk menjaga pandangan pengantin perempuan.

5. Aksesoris Terate

Pada bagian dada perempuan, ada juga aksesoris yang bernama terate. Bagian aksesoris ini bentuknya mirip dengan sebuah kalung yang besar.

Aksesoris terate ini sudah pasti mempunyai sebuah makna. Untuk maknanya sendiri yaitu menggambarkan wanita yang masih suci.

6. Aksesoris Kebo Munggah

Jenis aksesoris yang lainnya yaitu ada kebo munggah. Biasanya aksesoris ini dibuat menggunakan emas yang beratnya hampir 24 karat.

Aksesoris ini mempunyai tiga susun yang bentuknya mirip kalung. Arti dari aksesoris ini adalah tentang kesuburan dan juga untuk menolak sebuah bala.

7. Aksesoris Selempang

Ada juga jenis aksesoris selempang bernama sawir. Di tengah selempang tersebut terdapat emas yang beratnya hampir 22 karat.

Biasanya selempang sawir ini digunakan dengan posisi menyilang. Makna dari selempang ini adalah bahwa posisi laki-laki serta perempuan harus sama.

8. Aksesoris Keris

Pada jenis aksesoris keris biasanya dipakai mempelai laki-laki. Keris ini digunakan pada bagian belakang depan.

Biasanya keris tersebut juga dipasang sebuah melati. Arti dari keris ini adalah sebagai tanda hormat kepada para raja.

9. Aksesoris Pending

Bagian aksesoris yang lainnya yaitu ada yang namanya pending. Aksesoris ini bentuknya mirip sekali dengan sabuk atau ikat pinggang.

Pending ini dibuat menggunakan emas asli. Artinya juga sangat dalam yaitu bahwa pengantin siap dalam menjalani hidup yang baru.

10. Aksesoris Gelang Uno

Pada aksesoris yang selanjutnya yaitu ada gelang uno. Biasanya gelang tersebut dipakai oleh mempelai perempuan.  

Kabarnya gelang ini dibuat dari sebuah emas dengan berat sekitar 24 karat. Di dalam bagian gelang tersebut terdapat sebuah berlian yang mahal.

11. Aksesoris Gelang Kecak

Selain gelang palak uno, ada juga gelang yang bernama gelang kecak. Namun, untuk gelang tersebut tidak hanya mempelai perempuan saja yang menggunakannya.

Tetapi, mempelai laki-laki juga akan menggunakan gelang tersebut. Umumnya, gelang ini dipakai di bagian lengan.  

12. Aksesoris Sapu Tangan Segitigo

Ada juga sebuah aksesoris yang bernama sapu tangan segitigo. Biasanya sapu tangan ini terbuat dari sebuah kain yang bernama beludru.

Warna dari kain ini yaitu merah, yang mana mempunyai aksen emas dan bunga melati. Arti dari aksesoris ini adalah ketenangan dalam menjalani hidup.

13. Aksesoris Kain Songket

Sepertinya untuk aksesoris ini tidak akan lepas dari adat kota tersebut. Nama dari kain songket ini adalah lepus.

Kain tersebut mempunyai motif yang tidak beraturan atau abstrak. Untuk arti dari kain ini adalah untuk tanda hormat serta ramah.

14. Aksesoris Celana Sutra

Biasanya celana yang dipakai oleh mempelai pria adalah celana sutra. Warna dari celana sutra tersebut biasanya berwarna merah.

Celana sutra ini juga mempunyai arti sama seperti aksesoris lainnya. Arti dari aksesoris ini adalah sebagai tanda bahwa laki-laki dari Palembang orangnya sangat gigih.

15. Aksesoris Cenela

Pada aksesoris terakhir yang digunakan adalah cenela. Aksesoris ini dipakai oleh pengantin perempuan dan juga laki-laki.

Aksesoris ini berupa sebuah sandal yang sangat mewah. Arti dari sandal ini bahwa terdapat sebuah pelindung saat ingin melangkah.

Kesimpulan

Di atas sudah dijelaskan serta dijabarkan rincian biaya untuk melaksanakan pernikahan dengan adat Palembang. Namun, setiap orang pastinya mempunyai anggaran tersendiri.

Jadi, biaya di atas hanya patokan saja dan hanya sebuah estimasi. Jadi, calon pengantin bisa menyiapkan uang kurang lebih seperti yang sudah dijelaskan di atas.

Ada juga proses dalam melaksanakan pernikahan dengan adat Palembang. Terdapat pula beberapa aksesoris yang harus digunakan beserta dengan artinya.

Itulah ulasan tentang biaya pernikahan adat Palembang. Jika ingin melakukan pernikahan adat Palembang, maka bisa mempelajari beberapa hal di atas.

Mulai dari bagaimana proses pernikahan di Palembang. Hingga, arti dari setiap aksesoris yang digunakan pengantin.